Pada pembukaan kegiatan Welcome Back Leader semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, siswa mengikuti Stadium General yang diisi oleh Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menata kembali niat belajar, tidak semata karena nilai atau tuntutan akademik, tetapi sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid ini menjadi momentum penyegaran semangat belajar setelah libur semester. Melalui analogi “Suporter, Hater, Pelatih, Wasit, dan Lawan Tanding”, Kepala Sekolah menggambarkan bahwa perjalanan hidup dan proses belajar akan selalu berhadapan dengan berbagai tipe orang sekaligus ujian karakter.
“Akan ada suporter yang mendukung, ada pula hater yang meremehkan. Ada pelatih yang menegur demi kebaikan, ada wasit yang mengingatkan batasan, dan ada lawan tanding yang memaksa kita untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Tanpa lawan, kita tidak pernah tahu seberapa kuat diri kita. Semua itu adalah cara Allah mendidik kita agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, beriman, dan berakhlak,” ungkap beliau dalam amanatnya.
Filosofi lawan tanding ditegaskan sebagai simbol tantangan akademik, kegagalan, rasa malas, serta keterbatasan diri. Lawan tanding bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dihadapi. Semakin berat lawan, semakin serius latihan yang dibutuhkan. Dari sinilah lahir ketekunan, kesabaran, dan keinginan untuk terus belajar.
Beliau juga menegaskan tiga pesan utama yang harus menjadi arah siswa di semester genap ini:
Perkuat iman — menata niat belajar karena Allah, agar setiap usaha bernilai ibadah
Asah ilmu dan belajar cerdas — disiplin, tekun, dan bertanggung jawab sebagai bentuk latihan menghadapi “lawan” akademik
Jaga akhlak — santun, beradab, dan menghormati guru serta teman, karena kemenangan sejati tidak pernah mengorbankan adab
Pesan tersebut disambut antusias oleh para siswa. Melalui pendekatan yang dekat dengan realitas kehidupan remaja, analogi suporter–hater–pelatih–wasit–lawan tanding memberikan pemahaman bahwa ujian tidak selalu berupa nilai akademik, tetapi juga hadir dalam bentuk tekanan, kegagalan, dan godaan untuk menyerah.
Kegiatan Stadium General ditutup dengan doa dan niat bersama untuk mengawali semester genap. Para siswa diajak memohon keberkahan ilmu, kelapangan hati dalam belajar, serta kekuatan untuk terus berlatih menghadapi setiap “lawan” kehidupan dengan iman dan akhlak yang kokoh.
Dengan semangat baru, diharapkan siswa mampu menapaki semester ini dengan kesiapan mental, kecerdasan intelektual, dan kematangan karakter. Sekolah pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga arena latihan kehidupan dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.