Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Teach Like Finland (Mengajar Seperti Finlandia)

Nama Pengarang : Timothy D. Walker, Penerbit : Grasindo, Peresensi : Bilqis Luciana Zunita, S.Hum

Teach Like Finland (Mengajar Seperti Finlandia)

Teach Like Finland (Mengajar seperti Finlandia)


 

    Menceritakan tentang pengalaman dan hasil observasi  seorang guru sekolah dasar di kota Helsinki bernama Timothy D. Walker tentang sistem pendidikan yang diterapkan di Finlandia. 

 

        Timothy D. Walker adalah seorang guru berkebangsaan Amerika yang awalnya mengajar di Massachusetts. Setiap hari ia menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam sehari untuk bekerja. Budaya kerja di Amerika mempengaruhi mindsetnya bahwa guru yang baik adalah yang tidak bekerja dalam rentang waktu yang singkat. Guru yang baik adalah mereka yang bekerja paling keras, merelakan waktu makan siang, tidur hanya beberapa jam, ataupun merelakan waktu untuk bersosialisasi dengan rekan kerja demi mempersiapkan pembelajaran. Namun, faktanya 50% guru di Amerika meninggalkan profesi mereka setelah 5 tahun karena merasa tidak sanggup mengikuti ritme dan beban kerja yang ada.

 

        Istri Timothy berkebangsaan Finlandia dan pernah memiliki pengalaman mengajar selepas kuliah. Ia menceritakan tentang bagaimana profesi guru dan sistem pendidikan di Finlandia yang cukup berbeda dengan sistem yang diterapkan di Amerika pada umumnya. Seorang guru tidak bekerja lebih dari 6 jam sehari termasuk waktu persiapan mengajar. Di jeda istirahat atau jam pulang, mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk beristirahat, sekedar bercengkrama dengan rekan kerja, minum kopi atau aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Yang menarik, hasil tes nya menunjukkan nilai yang bagus. 

 

        Setelah melalui berbagai pertimbangan ia pun mengikuti saran istrinya untuk apply ke sekolah-sekolah di Finlandia dan akhirnya mengajar di sekolah dasar di kota Helsinki. Finlandia merupakan sebuah negara nordic di Eropa yang mendapatkan skor tertinggi dalam penyelenggaraan PISA (Programme for International Student Assesment) pertama yang dipublikasikan pada 4 desember 2001. PISA merupakan program yang bertujuan mengevaluasi sistem pendidikan banyak negara di dunia, diselenggarakan oleh OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi) Penilaian ketrampilan berpikir kritis pada bidang Math, Sains dan Literasi diselenggarakan setiap 3 tahun sekali dengan sasaran siswa usia 15 tahun. Saat itu Indonesia berada di peringkat 38 dari 41 negara. PISA terakhir tahun 2018 Finlandia berada di urutan 6, Indonesia berada di peringkat 70 dari 78 negara. 

 

Berdasarkan Education Rankings by Country 2021 yang dikeluarkan oleh World Population Review, Finlandia menempati posisi ke-3 negara dengan pendidikan terbaik di dunia. 

 

        Bagaimana sistem pendidikan yang diterapkan di Finlandia? Berikut ini hasil observasi dan pengalaman yang di dapat Timothy D. Walker selama menjadi guru di Finlandia yang terangkum dalam 4 fokus penting yaitu : kesejahteraan, kepemilikan, kemandirian dan penguasaan.

 

  1. Sekolah berusaha memposisikan diri sebagai tempat belajar yang menyediakan pendidikan seimbang, menyeluruh dan berorientasi pada anak.

  2. Memperhatikan kualitas guru yang terlatih demi menunjang keberhasilan dalam mengajar

  3. Menerapkan sistem untuk meningkatkan kesejahteraan siswa melalui metode-metode sederhana namun efektif dan fokus pada tujuan. Diantaranya :

  • Memberikan jeda 15 menit setiap 45 menit pembelajaran. Cara ini dinilai efektif untuk mengistirahatkan otak dan siswa menjadi lebih fokus selama pembelajaran. 

  • Belajar sambil bergerak. Menerapkan program Finnish School on the Move (Sekolah Finlandia bergerak). Progam untuk mendorong siswa lebih aktif dalam beraktivitas secara fisik.

  • Recharge sepulang sekolah. Meminimalisir pemberian tugas rumah (PR).

  • Menyederhanakan ruang. Meminimalisir dekorasi ruang kelas, karena terlalu banyak dekorasi berpotensi membuat siswa lebih sulit fokus dalam pembelajaran

  • Menerapkan program Student Welfare team (tim kesejahteraan siswa) dimana guru kelas akan berdiskusi dengan profesional seperti perawat, psikolog dll untuk membahas kebutuhan individu siswa di kelas 

  1. Proses penilaian

  • Menerapkan soal ujian yang melatih siswa berpikir kritis dan problem solving terhadap isu-isu terkini

  • Berorientasi pada proses

  • Melibatkan siswa dalam proses penilaian. Memberikan pemahaman terhadap nilai yang menunjukkan ketercapaian siswa dalam menguasai materi

  1. Budaya kerja yang menekankan pada kolaborasi bukan kompetisi, antar guru saling mendukung dalam proses pembelajaran

Buku ini tidak hanya berisi teori, tapi juga aplikatif dan disajikan secara naratif sehingga pembaca menikmati isi buku seperti sedang membaca novel. Gaya penulisannya juga luwes dan apa adanya, terdapat unsur humor dan disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik.

Pesan penting dari penulis yang menjadi inti adalah “jangan lupa bahagia” karena sebenarnya penerapan sistem pendidikan yang diterapkan di Finlandia pada dasarnya bertujuan agar guru (pendidik) dan siswa menikmati proses belajar mengajar sebagai bagian dari kebutuhan bukan tuntutan atau sekedar menggugurkan kewajiban.