Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Secangkir Kopi Kehidupan Guru

Pengarang : Meti Herawati Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Peresensi : Eka Vio Nita Sari, S.Pd

Secangkir Kopi Kehidupan Guru

Sebuah Pilihan

Menjadi seorang guru adalah pilihan mulia. Profesi seorang guru bagi banyak orang bukanlahh profesi favorit. Banyak orang yang mengesampingkan profesi ini dari daftar cita-cita mereka. Mengapa demikian? Karena bagi sebagian orang, guru tidak menjanjikan masa depan yang cerah. Beban yang dipikul tidak sebanding dengan kecukupan materi yang diperoleh. Jika semua orang berpikiran seperti itu, bisa-bisa tidak ada lagi yang mau menjadi guru.

        Apalah jadinya Negara ini tanpa kehadiran seorang guru. Padahal, guru menjadi ujung tombak dalam mendidik generasi yang akan datang. Guru berada di garda terdepan dalam menjamin keberlangsungan generasi yang akan datang. Guru bukan hanya mentransfer ilmu yang dimiliki, melainkan juga menstransfer nilai-nilai kehidupan. Bukan hanya mendidik anak didiknya menjadi pribadi yang berwawasan luas, melainkan juga menjadi pribadi yang berkarakter.

Dalam mengemban misi mulianya, guru dihadapkan pada berbagai karakter siswa dengan segala permasalahannya. Guru harus tampil bukan hanya sebagai orang yang memberikan materi pelajaran, melainkan juga sebagai sahabat, orangtua, dan pembimbing. Sesekali ia harus merelakan pundaknya untuk dijadikan tumpuan kesedihan. Di waktu yang lain, guru harus menyiapkan hatinya, menerima luapan kekesalan, amarah, dan kesedihan dari beberapa siswa.

Bukanlah pekerjaan mudah untuk melakukan itu semua. Perlu pengorbanan, bukan hanya fisik, melainkan juga batin. Siapa pun tak akan bisa bertahan jika hanya mengandalkan kekuatan lahir. Sebaliknya, semua akan terasa lebih ringan jika dilandasi dengan cinta dan kasih sayang.

Seorang guru yang bertugas di pedalaman, setiap berangkat ke sekolah harus berjalan kaki selama dua jam, dengan kondisi jalan berupa tanah licin. Jika musim hujan tiba, penderitaan sang guru bertambah. Jalan yang dilalui pun bertamah licin, sehingga perjalanan semakin lama ditempuh. Namun, kondisi sulit tersebut tidak menyurutkan langkahnya, karena ia terlanjur mencintai profesi yang sudah dipilihnya. 

Buku ini sarat akan kisah inspiratif, karena pada setiap episode, ada banyak kisah kehidupan guru yang bisa menjadi cerita. Cerita yang akan membawa kita kepada suatu kesadaran, betapa mulianya profesi guru dan alangkah beruntungnya orang yang telah memilih guru sebagai profesinya. 

Menjadi guru adalah sebuah pilihan, Tinggal memilih mau istiqomah dalam hal kebaikan atau istiqomah dalam hal yang tidak baik. Sejatinya guru adalah tenaga pendidik yang harusnya terdidik. Terpelajar karena pernah menjadi pelajar. Pembelajar karena harus terus belajar. Seorang kreator hebat mungkin bisa membuat beberapa karya, namun seorang guru yang hebat bisa melahirkan ribuan pribadi yang mulia.