Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Pribadi Hebat

Pengarang : Prof. Dr.Hamka, Penerbit : Gema Insani, Peresensi : Yuli Widayanti, S.Pd.

Pribadi Hebat

Jurus Memunculkan Pribadi Hebat Dalam Diri Kita

 

        Sesungguhnya nilai seseorang tidak terletak pada ilmunya saja, tetapi pada budi dan aklaqnya. Seorang guru, seorang dokter, seorang hakim, seorang insinyur dikatakan hatinya mati seperti batu jika hidupnya hanya berorientasi mencari harta dan tidak memiliki cita-cita lain selain kesenangan untuk dirinya sendiri.

        Lantas dilihat dari apakah pribadi seseorang? Dilihat dari rekam jejak usaha dan perjalanan hidupnya. Tinggi rendahnya pribadi seseorang dilihat lewat usaha hidupnya, caranya berpikir, tepatnya berhitung, jauhnya memandang, dan kuatnya semangat di dalam diri sendiri. Seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw “Berbahagialah orang yang mementingkan memperhatikan cela diri sendiri sehingga tidak sempat memperhatikan cela orang lain (HR Al-Bazzar).

        Apa saja jurus yang dapat kita pakai untuk memunculkan pribadi yang hebat?

  1. Daya Tarik

Seseorang dikatakan hebat dengan memiliki budi yang tinggi, kesopanan, ilmu pengetahuan yang luas, kesanggupan menahan hati pada perkara yang belum disepakati, cerdas, kecepatan menarik kesimpulan, kebagusan susunan kata, kepandaian, dan menjaga perasaan orang lain.

 

  1. Cerdik dan Cepat Berpikir

Seseorang dikatakan hebat ketika ada orang yang bertanya kepada dia ditanggapi dengan tidak termenung terlalu lama apalagi sambal mengernyitkan kening sehingga orang yang membutuhkan solusi darinya menunggu dalam waktu yang lama.

 

  1. Empati/Timbang Rasa

Orang yang demikian akan merasakan dalam jiwanya kesedihan dan kegembiraan orang lain.



 

  1. Berani

Dikatakan berani bila ia sanggup menghadapi segala kesulitan/ bahaya dengan tidak kehilangan akal. Pada diri seorang guru ‘berani’ di sini diartikan berani mempelajari ilmu-ilmu baru seperti peribahasa Jika kail Panjang sejengkal dalamnya laut tiada yang tahu. Artinya ketika orang berbicara dengan kita sebisa mungkin kita mengimbangi dengan cara selalu belajar.

 

  1. Bijaksana

Dengan Ilmu dan ketetapan hati, meletakkan seseuatu pada tempatnya serta menilik sesuatu berdasarkan nilainya.

 

  1. Berpandangan Baik

Orang yang besar bukan tidak tahu bahwa ada yang buruk dalam dunia ini. Akan tetapi, kebesaran jiwanya dan keteguhan pribadinya menyebabkan dia memandang dunia dari sisi yang baik, Hal itu dinamakan pengharapan.

 

  1. Tahu Diri

Tidak sombong dan tidak pula rendah hati. Bukan merendahkan diri, tetapi dapat menyesuaikan diri. Seperti yang disampaikan Umar bin Khaththab: “Saya berharap, hendaklah seorang Amirul Mukminin bergaul dengan rakyatnya. Serupa dengan rakyatnya, tetapi jelas bahwa dia adalah Amirul Mukminin.”

 

  1. Kesehatan Tubuh

Kesehatan pangkal kejernihan pikir. Seperti yang disampaikan RasulullaMuhammad saw “Sesungguhnya Allah adalah bersih dan suka sekali kebersihan.’

 

  1. Bijak Dalam Berbicara

Kesanggupan melahirkan perasaan, ketangkasan lidah, berkata dan bersikap yang gembira adalah tanda pribadi yang kuat dan menarik. Bijak berkata-kata berarti mencakup tiga hal, yaitu perasaan yang halus, kefasihanberbicara, dan kekayaan bahasa.

 

  1. Percaya pada Diri Sendiri

Percaya kepada kekuatan, akal, perasaan, dan kemauan yang akan muncul dalam diri seseorang dengan Pendidikan, pergaulan, dan lingkungan. Dengan demikian akan memunculkan kekuatan tabiat, akhlaq, dan budi.

 

Semoga kita dapat memunculkan ke-10 aspek dalam diri kita sebagai pendidik agar kita menjadi pribadi yang dapat melahirkan tunas-tunas bangsa ang lebih rahmatan lil alamin.