Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Mencintai Allah dengan Matematika

Penulis : Haifa Zahra, Penerbit : PT Gramedia, Peresensi : Mamluatus Sa'adah,M.Pd.

Mencintai Allah dengan Matematika

Bismillahirrohmanirrohim. Matematika adalah salah satu pelajaran yang banyak diminati tetapi juga banyak yang membenci. Banyak yang mempertanyakan kegunaan matematika dalam kkehidupan sehari-hari. Matematika dalam setiap bilangan dalam setiap bilangan dan rumusnya mengandung cinta., dalam setiap angkanya tersirat tanda dan setiap perhitungannya mengandung kuasa-NYA.

Buku ini membahas bagian yang sangat istimewa. Pembahasan tak biasa karena memadukan ilmu matematika dengan agama, sehingga akan menimbulkan cinta kepada-NYA. Matematika bukan hanya sekedar salah satu pelajaran yang ada di sekolah. Lebih dalam lagi, ilmu ini dapat menunjukkan keesaan Allah. Firman-NYA dalam Al-Quran banyak yang membahas tentang materi matematika. Bahkan salah satu ibadah wajib yaitu shalat, baik yang wajib maupun sunnah juga dapat diperhitungkan secara matematis.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan tentang sub “keesaan tuhan dan matematika”. 

Samsul Maarif (2015 menjelaskan tentang konsep keesaan Allah dengan konsep limit. Bagaimana hubungannya konsep limit dengan keesaan Allah. Ketika ada pertanyaan bilangan apa yang menjadi suku terakhir dari barisan bilangan 1, 2, 3, 4, …?tentu saja dengan mudah dijawab, tak hingga. Mengapa?karena bilangan itu bisa saja diteruskan sampai tak hingga.  

Materi tersebut seperti materi limit menuju tak hingga. Berbicara meuju tak hingga seperti membahas sesuatu yang tidak ada batasnya. Entah sampai mana. Hal ini berkaitan dengan keabadian dan kekebalan. Bertolak belakang dengan firman Allah dalam surah Al Qashas: 88 “ Janganlah kamu sembah disamping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali Allah. Bagi-NYA lah segala penentuan, dan hanya kepada_NYA lah kamu kembalikan.”

Hal-hal yang yang harus diperhatikan mengenai keesaan Allah dengan matematika:

Pertama: menurut Sayyed Hossein Nasr yang berjudul khazanah sains dan matematikandalam islam karya Rizqon Halal Syah Aji. Beliau mengatakan bahwa matematika khususnya dalam bidang geometri dan bilangan, yaitu tentang keesaan (tauhid).

Kedua: Rizqon berpendapat bahwa inti ajaran islam yaitu rukun iman dan rukun islam. Kedua pilar tersebut disajikan sebagai pondasi pemikiran dan peradaban islam yang selama ini digunakan oleh para ilmuwan islam.

Ketiga: penjelasan Ali bin Abi thalib ra tentang bilangan ketika ditanya dua orang pendeta tentang bilangan.  Sahabat Ali menjawab, satu adalah Allah tidak ada sekutu baginya. Dua adalah Adam dan Hawa. Tiga adalah Jibril, Mikail dan Israfil mereka adalah pimpinan malaikat. Adapaun empat adalah Taurat, Azbur, Injil, dan Al-Quran. Adapun lima dalah sholat yang diturunkan kepada nabi kami yang tidak pernah diturunkan kepada nabi sebelumnya.

 Dari urain tersebut, sudah jelas bahwa anka 1 identik dengan keesaan Allah, angka 1 menunjukkan ketauhidan. Semua yang ada dilangit dan bumi, semuanya adalah milik Allah. Baik benda, ilmu ataupun lainnya. Oleh karena itu, jadikan apapun yang kita miliki, sekecil apapun itu untuk mengingat Allah, selalu mengingat-NYA dan mencintai-NYA.

Waalahu A’lam bi Showaab

Waalahul Muwafiq Ila Aqwami Thaariiq