Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Grit : The Power of Passion and Perseverance

Pengarang : Angela Lee Duckworth, Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Peresensi : Chusnul Rozaqi, S.S.

Grit : The Power of Passion and Perseverance

Banyak orang di sekitar kita yang terjebak dengan lebih mengagungkan (overrate) bakat untuk menilai bakal suksesnya seseorang di masa mendatang. 

 

Sebagai seorang pendidik kita seringkali mengamati dan kemudian membandingkan ketercapaian akademis beberapa anak di kelas-kelas yang kita ajar. Perbedaan hasil yang kemudian menghasilkan satu hipotesa tentang apa yang menyebabkan terjadi perbedaan tersebut. Di kelas-kelas kita tahu dan sadar bahwa ada beberapa siswa yang secara bakat tidak diberikan IQ yang tinggi tapi mereka ternyata bisa bersaing dengan mereka yang mempunyai IQ yang lebih tinggi dan bahkan bisa mendapatkan nilai-nilai yang lebih baik. Sebaliknya kita juga mengetahui beberapa siswa yang IQnya terbilang tinggi bahkan superior ternyata mempunyai hasil akademis yang mengecewakan. Dan seringkali alasan yang kita pakai untuk memuaskan jawaban hipotesa tersebut adalah factor kemalasan sehingga wajar kalua kemudian dia nilainya jauh dibawah si B yang IQ lebih rendah tapi rajin. Jawaban tersebut mungkin belum bisa memberikan rasa puas kepada kita sehingga kita masih ingin lebih mengetahui alasan sebenarnya.

 

Ternyata fenomena serupa juga dirasakan dan kemudian menjadi pengamatan seorang professor psikologi di Universitas Pennsylvania keturunan Asia yang menikah dengan pria lokal Amerika Serikat yaitu Profesor Angela Lee Duckworth yang semasa kecilnya sering dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya dan sering disebutkan oleh ayahnya sebagai anak yang tidak genius tetapi saat menginjak dewasa Angela Lee Duckworth ternyata mendapatkan hadiah beasiswa MacArthur Fellowship, sebuah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dianggap genius. Profesor Angela Lee Duckworth ini sebelumnya seorang guru matematika di sebuah sekolah yang selama beberapa tahun menjalani profesinya sebagai seorang guru dan memiliki ketertarikan dengan fenomena kegagalan beberapa siswanya berIQ tinggi di sekolah tempat dia mengajar. Ketertarikan yang kemudian menjadi alasan Angela Lee memutuskan berhenti mengajar dan mengambil jurusan Psikologi di University of Pennsylvania sampai mendapatkan gelar Ph.D. 

 

Setelah lama berkecimpung di dunia psikologi dengan latar motivasi pengalaman masa kecil bersama keluarganya dan pengamatannya terhadap keberhasilan para kadet di Akademi Militer Westpoint dan para pemenang Spelling Bee Competition di Amerika Serikat, Angela Lee Duckworth menemukan rumus Grit : Passion + Perseverance.  

 

Dalam risetnya untuk menemukan rumus GRITnya Angela Lee Duckworth banyak mendapati penemuan bahwa mereka yang diusia mudanya bisa menunjukkan potensinya seringkali malah gagal memaksimalkan potensi tersebut pada saat mereka menginjak usia dewasa. Karenanya, kemudian Angela Duckworth menemukan satu rumus bahwa Grit (ketabahan) adalah kombinasi antara kekuatan hasrat (passion) dan kegigihan. Dan GRIT itulah sebenarnya rahasia dibalik pencapaian luar biasa dan bukan terletak pada bakat seseorang. 

 

Di buku ini Anegela Duckworth selanjutnya menyampaikan bahwa untuk menyempurnakan bakat seseorang supaya leboh maksimal untuk mendapatkan kesuksesan, seseorang harus mengimbanginya dengan usaha (efforts).

 

Karena pentingnya GRIT (ketabahan), Angela Lee Duckworth selanjutnya menyarankan bahwa seandainya kita belumlah setabah apa yang kita harapkan, maka kita perlu introspeksi diri dengan cara bertanya:

1.    Apakah yang sedang kita kerjakan membosankan.

2.    Kita tidak mendapatkan apa-apa dari usaha yang sudah kita kerjakan

3.    Apakah yangs edang kita kerjakan tidaklah terasa penting.

4.    Kita tidak cukup mampu mengerjakan pekerjaan tersebut, karena kita pasrah saja.

 

Angela Duckworth di bukunya menyampaikan bahwa orang yang memiliki ketabahan akan sedikit menjumpai ke-empat hal di atas. Tetapi mereka akan selalu melakukan pekerjaannya dengan diiringi minat, latihan, tujuan dan harapan.