Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Bocah Dari Keluarga Non Muslin Yang Membuat Ribuan Orang Masuk Islam

Nama Pengarang : Halim S. Nababan, Penerbit : Pustaka Almazaya, Peresensi : Septi Fatima Udyanti, S.Sos.

Bocah Dari Keluarga Non Muslin Yang Membuat Ribuan Orang Masuk Islam

Misteri Sebuah Kelahiran

 

Kelahiran adalah moment yang sangat didambakan bagi pasangan suami istri. Namun kehadiran buah hati menjadi sebuah misteri yang tidak dapat diketahui kapan datangnya. Tidak sedikit pasangan yang sudah lama menikah tidak kunjung dikaruniai keturunan meskipun sudah melalukan banyak ikhtiar. Banyak pula yang langsung dikaruniai keturunan.

        Dalam proses kelahiran semua dipasrahkan kepada Allah. Suami mengharapkan istri dan anaknya selamat. ibu yang melahirkan juga memohon kepada Allah untuk keselamatan diri dan anaknya, dengan berjuta harapan semoga anak yang dilahirkan sempurna. 

        Setelah proses kelahiran banyak orang mengucapkan selamat atas kelahiran bayi, dan dimulailah babak baru bagi sang bayi, di mana di bulan-bulan pertama, bayi mulai belajar tersenyum, mengenal orang-orang di dekatnya, tengkurap, merangkak, berjalan, hingga bisa berlari. Kemampuan motorik dan kognitif semakin berkembang.

        Dari sekian banyak bayi yang lahir di dunia, di mana satu diantara ribuan bahkan jutaan bayi terlahir sosok-sosok yang serba bisa bahkan melampaui kemampuan anak-anak di usianya. Salah satu yang sangat menarik yaitu Syarifuddin Khalifah; di usianya 5 tahun sudah mengislamkan ribuan orang.

        Syarifuddin seperti nama anak saya dilahirkan di Arusha, kota kecil di bagian utara Tanzania, dekat dengan perbatasan Kenya. Orang tua Syarifuddin sudah lama menantikan kehadiran anak laki-laki. Kedua orang tuanya tidak menyangka bahwa kelahiran Syarifuddin di tahun 1993 itu kemulyaan dan keberkahan bagi masyarakat Afrika Selatan.

        Di kota Arusha sendiri mayoritas penduduknya menganut agama Kristen yaitu Kristen Anglikan dan Kristen Katolik, sehingga nilai-nilai agama Nasrani diterapkan sangat baik di sana. Kedua orang tua Syarifuddin penganut Kriten Katolik. Sebagaimana kebiasaan orang Kristen setiap kelahiran maka orang tuanya akan membawa ke gereja untuk di baptis.

        Diusia sekitar 1 bulan ketika orang tua Syarifuddin akan membawanya ke gereja, diperjalanan tidak ada sesuatu yang janggal. Ketika beberapa meter mendekati gereja sayup-sayup terdengar suara aneh. Orang tua Syarifuddin mendengarkan dengan seksama suara itu yang ternyata adalah suara anaknya sendiri. Mereka sangat tidak percaya, karena dengan telinga mereka sendiri, anak mereka mengucapkan “Ibu tolong jangan baptis saya, saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya Muhammad SAW.!” orang tua Syarifuddin sampai merinding sehingga akhirnya mereka urung pergi ke gereja.

        Sejak peristiwa itu, saat usia Syarifuddin menginjak 2 bulan, ia menunjukkan keanehan lagi. Tanpa sebab pasti tiba-tiba menolak untuk disusui, sehingga ibunya merasa khawatir dan membawanya ke dokter, dan dokter mengatakan tidak ada yanag salah dengan kondisi fisik si bayi. 

    Di usia ke 4 bulan, bayi yang biasanya asik berceloteh, tidak berlaku pada Syarifuddin. Ia lebih sering tertawa dengan suara yang keras meskipun tidak begitu jelas. Dari mulut Syarifuddin kecil keluar kata-kata berbahasa Arab, di mana bahasa itu tidak dikenal oleh orang tuanya, bahkan ia sempat dianggap kerasukan setan. Ternyata ia telah mampu mengucapkan satu ayat AQ, Surat Al Baqarah yang artinya “Maka, bertaubatlah kepada Allah yang menjadikanmu. Maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya, Dialah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS 2:54)

        Orang tua Syarifuddin kebingungan karena Syarifuddin berulang kali melafalkan kalimat yang sama sekali mereka tidak pahami, karena bukan bahasa Inggris atau Kiswahili seperti bahasa yang biasa mereka gunakan sehari-hari, sehingga banyak tetangga yang berdatangan untuk melihat. Sampai pada akhirnya tetangga muslim yang bernama Abu Ayyub datang dan mencoba membantu. Ketika mendengar apa yang diucapkan Syarifuddin, Ayyub langsung menjatuhkan diri dan melakukan sujud syukur. Ayyub menyampikan kepada orang tua Syarifuddin bahwa apa yang dilafalkan bayinya adalah ayat suci umat Islam AQ. Bayi tersebut mengajak mereka untuk bertaubat kepada Allah, dan menjalankan perintah-perintah-Nya seperti melakukan sholat lima waktu dan menunaikan zakat. Ayyub juga membawakan AQ kepada orang tua Syarifuddin untuk menunjukkan bahwa ucapan bayi merupakan salah satu kalimat dalam AQ.

        Setiap bayinya mengucapkan lafal AQ kedua orang tua Syarifuddin merasa tenang dan merasakan kesejukan hati, sehingga memiliki keinginan untuk mengenal Islam lebih dalam. Kemudian Ayyub mengajak orang tua Syarifuddin untuk datang ke masjid yang dekat dengan sana. Usai sholat Dhuhur berjamaah Ustadz yang ada di sana mengislamakan kedua orang tua Syarifuddin dan resmi menjadi mullaf

        Di usia 1,5 tahun Syarifuddin sudah hafiz AQ dan menjalankan sholat lima waktu tanpa belajar ataupun diajari. Bagitulan kuasa Allah pad hamba-hamba-Nya. Dia maha berkehendak dan maha menjadikan segala kehendak-Nya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya dan semoga anak-anak kita semua menjadi anak sholeh sholehah dengan segala kelebihan yang dimiliki masing-masing. Aamiin…