Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Ada Al Qur'an Di Hatiku

Pengarang: Dr. Majdi Al Hilali, Penerbit: Muassasah Iqra' Peresensi: Mohamad Kholil, S.H.I

Ada Al Qur'an Di Hatiku

Matahari diciptakan oleh Allah untuk memberikan manfaat kepada makhluk hidup, kepada seluruh umat manusia, tetapi sedikit manusia yang mengambil manfaat, apabila bisa mengambil manfaat darinya maka akan menjadi sumber energi, sumber kesehatan yang tanpa harus membayarnya dengan mahal, Alloh menciptkan air sebagai sumber pokok dalam kehidupan manusia. Beitu pula dengan Al qur'an Alloh menciptakannya untuk kebutuhan  manusia, sebagai hidangan kita, siapa yang mau mengambilnya, membacanya, mentadabburi maknanya kemudian di aplikasikan dalam hidup keseharian maka akan bahagia, bahagia di kehidupan ini dan bahagia pula di kehidupan setelah mati (akhirat). 

Ada syiir atau unen-unen dalam bahasa jawa bahwa obat hati itu ada lima salah satunya ialah "Moco Al Qur'an angen-angen sakmaknane" bahkan al qur'an akan memberikan manfaat lebih daripada yang diberikan matahari, sebab cahaya al qur'an tidak akan pernah sirna tidak akan pernah terbenam dia akan bersinar sepanjang masa.

Al qur'an tidak sekedar kitab biasa, lebih dari itu ketika Al Qur'an meresap kedalam hati, maka ia akan merubah pribadi manusia dan manakala al qur'an telah merubah manusia maka berubahlah dunia, coba kita cermati generasi pertama islam, sebagai generasi emas yang dapat kita rasakan kehadiran Alloh SWT didalam hati kehidupan mereka. Ia generasi qur'ani, al qur'an benar-benar meresap dan tercermin dalam kehidupan sehari sehari.

Al qur'an adalah mu'jizat, mu'jizat terbesar yang turun dari langit dan rahasia keagungan mu'jizatnya terletak pada kekuatan pengaruhnya terhadap hati. Jika mu'jizat terdahulu dapat disaksikan dengan kasat mata maka mu'jizat al qur'an hanya dapat disaksikan oleh hati dan dirasakan oleh siapa saja yang benar-benar inin merasakannya.

Lantas apakah kita sebagai umat islam sudah mengerti nilai al qur'an atau sebatas membunyikan huruf-huruf arab saja tidak mengerti maksud dan tujuannya atau melihat al qur'an hanya sebatas bentuk fisiknya, belum fokus pada tadabbur-interaksi timbal balik dan meneguk nilai-nilai keimanan yang memancar dari ayat demi ayat.

Meskipun al qur'an mudah untuk semua kalangan, namun kesadaran bahwa al qur'an amat dibutuhkan sebagai sumber penting yang menghasilkan keimanan dan memompa ruh kedalam hati hampir-hampir tidak ada. Sungguh kondisi kita saat ini seperti orang yang sangat membutuhkan air sebagai penawar dahaga, lantas masih mencari cari air itu dengan terengah-engah ke segala arah, meskipun air itu sebenarnya ada diantara perlengkapannya sementara tangannya bisa dengan mudah menjamahnya, akan tetapi kita tidak yakin bahwa itu adalah air penawar dahaganya.

Sebagaimana Rosululloh mengadukannya kehadirat Alloh SWT, yang tercatum dalam al qur'an surat al furqon ayat 30:

??? ????? ????? ??????? ??????????? ????? ???????????? ???????????

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al qur'an sebagai sesuatu yang dijauhi"

 

Maka orang yang beriman kepada al qur'an tidak akan lapang dadanya kecuali ia berinteraksi kepadanya secara benar, sebagaimana ayat berikut

??????????? ????????????? ?????????? ???????????? ????? ??????????? ????????? ???????????? ????