Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami 031-8289097

Workshop HOTS for ESL Teachers

Pengajaran yang direncanakan dengan baik, akan mampu membekali siswa dengan keterampilan berpikir abad 21 yaitu berpikir kritis dengan menggunakan literasi visual

Workshop HOTS for ESL Teachers

Era globalisasi pada abad 21 ini membuat peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Kemampuan untuk menganalisa, mengevaluasi, mensintesa, dan mencipta adalah kecakapan yang bisa menjadi modal bagi mereka untuk mengadapi tuntutan jaman di masa depan. Berikutnya, sebagai bentuk keresahan terhadap hasil Ujian Nasional 2018 yang tidak menggembirakan karena mulai diterapkannya soal HOTS, maka para pendidik seyogyanya memahami konsep ini dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Oleh karenanya, dibutuhkan lokakarya tentang HOTS bagi guru pengajar bahasa Inggris di Jawa Timur.

Kegiatan Workshop HOTS for ESL Teachers diinisiasi oleh Global Books, sebuah lembaga Education Advisor yang berkerjasama dengan National Geographic. Acara yang dihadiri 40 pengajar bahasa inggris dari berbagai sekolah di Jawa Timur ini menghadirkan Prof Setiono Sugiharto dari Universitas Atmajaya sebagai narasumber.

Dalam penjelasannya, Pembicara menyampaikan bahwa Konsep berpikir HOTS  adalah ranah kognitif yang merujuk pada teori taksonomi dari Bloom. Pada tiga tingkat terbawah piramida ini (Remembering, Understanding, Applying) konsep berpikir yang digunakan masih dalam kategori kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Secara bertahap, guru seharusnya membuat soal pemahaman yang mengunakan tiga tingkat ke atas berikutnya meliputi Analyzing, Evaluating, and Creating.

Soal pemahaman berbentuk LOTS dan HOTS seyogyanya bukan sesuatu dikotomi yang harus dipisah-pisah, melainkan dua hal yang harus dikerjakan beriringan dalam suatu konsep pembelajaran bahasa. Sebagai contohnya, Guru menyiapkan sebuah teks yang juga berisi gambar. Setelah itu, membuat pertanyaan pemahaman mengenai informasi faktual dari teks tersebut. Untuk instruksi berikutnya, guru meminta siswa mencari informasi tersirat dengan cara melengkapi bagan, diagram venn, atau tabel terkait dengan isi teks tersebut. Pada tahap berikutnya, guru memberi sebuah studi kasus terkait dengan teks yang dibaca.

HOTS adalah tujuan dimana untuk mencapainya, prosesnya bisa beragam. Oleh karenanya, HOTS bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan mulai pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, tentunya dengan memperhatikan dan menyesuaikan level peserta didik dalam berpikir abstrak.

Dari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengajaran yang direncanakan dengan baik, akan mampu membekali siswa dengan keterampilan berpikir abad 21 yaitu berpikir kritis dengan menggunakan literasi visual. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan cara menerapkan soal HOTS untuk mengukur pemahaman siswa tentang informasi pada sebuah bacaan. (mark)